Pengertian Isim menunjuk pada kata yang mempunyai makna tanpa ada penempatan waktu. Isim memiliki makna tersendiri.
Isim tidak bisa bersanding dengan penempatan waktu yang jumlahnya ada 3. Yaitu waktu yang sudah berlalu (zaman madli), waktu yang sedang berlangsung (zaman hal), dan waktu yang akan datang (zaman mustaqbal). Isim biasa disebut juga sebagai "kata benda".

Ciri-ciri Isim
1. Khofad atau Kasrah atau Jer
Kalimat memiliki I’rab khofad (huruf terakhir dibaca kasrah/jer karena pengaruh amil). Maka kalimat tersebut adalah kalimat isim.
Contoh: مَرَرْتُ بِزَيْد
Artinya, “Aku melewati sebuah masjid”.
Kata masjid dalam lafadz di atas merupakan kalimat isim.
2. Tanwin
Kalimat mempunyai huruf terakhir dibaca tanwin. Baik tanwin fathah, tanwin kasrah atau tanwin dlommah. Maka kalimat tersebut adalah isim.
Contohnya: مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ، رَأَيْتُ مُحَمَّداً، مَرَرْتُ بِمُحَمَّدٍ Lafadz مُحَمَّدٌ
Dalam contoh di atas seluruhnya menggunakan tanwin. Ini menunjukan bahwa lafadz tersebut termasuk kalimat isim.
3. Adanya alif dan lam (ال)
Selain tanwin, apabila suatu kalimat memiliki alif lam (ال) di awalnya, maka kalimat tersebut merupakan kalimat isim. Contoh: – الرَّجُل / ar-Rojuul / Laki-laki- الغُلَام / al-Ghulaam / Anak muda- Dan lain sebagainya.
4. Dimasuki huruf khofadl (huruf yang menjerkan)
Setiap kalimat yang di dahului oleh huruf khofadl, maka kalimat tersebut adalah isim.
sumber : https://syarihub.id/pengertian-isim-dan-fiil/

