Berbeda dengan pengertian isim, pengertian kalimat fiil. Fiil adalah kalimat yang menunjuk makna diri sendiri dan dapat digabungkan dengan waktu.
Sebagaimana isim, fi’il pun selalu memiliki makna sendiri. Hal ini berbeda dengan huruf yang tidak memiliki makna kecuali sudah bersanding dengan kalimat lain.
Namun fi’il dibarengi dengan penempatan waktu yang jumlahnya ada 3, yaitu waktu yang sudah berlalu (zaman madli), waktu yang sedang berlangsung (zaman hal), dan waktu yang akan datang (zaman mustaqbal).
Jika fi’il menunjukan makna yang sudah berlalu, maka fi’il tersebut dinamakan fi’il madhi. Contohnya:- قَامَ / Qooma / Telah berdiri
Jika fi’il menunjukan makna yang sedang berlangsung atau akan berlangsung, maka fi’il tersebut dinamakan fi’il mudhori. Contohnya:- يَقُوْمُ / Yaquumu / Sedang berdiri / Akan berdiri
Dan jika fi’il yang mutlak menunjukan makna yang belum terjadi dan baru akan dilaksanakan serta berupa perintah, maka fi’il tersebut dinamakan fi’il amar. Contohnya:- قُمْ / Qum! / Berdirilah!
Ciri-ciri Kalimat Fi’il
1. Qad (قَدْ)
قَد mendahului kalimat maka kalimat tersebut merupakan kalimat fi’il. Contoh:
قَدْ قَامَ زَيْدٌ
Artinya, “Zaid telah berdiri”.
قَدْ يَقُوْمُ زَيْدٌ Artinya, “Zaid terkadang berdiri”.
2. Sin (س)
س tanfis mendahului kalimat maka kalimat merupakan kalimat fi’il. Contoh:سَيَقُوْمُ زَيْدٌ
Artinya, “Zaid akan berdiri”.
3. Saufa (سوف)
سوف taswif mendahului kalimat maka kalimat tersebut merupakan kalimat fi’il. Contohnya:سَيَقُوْمُ زَيْدٌ
Artinya: “Zaid akan berdiri”.
4. Ta Tanis Sakinah (تاء التأنيث الساكنة)
Ta tanis sakinah adalah ta sukun (تْ) yang selalu menempel pada di ujung fi’il madli. Contoh : قَامَتْ هِنْدٌ
Artinya, “Hindun telah berdiri”.
https:// syarihub.id/pengertian-isim-dan-fiil/

